Postingan

Resensi lagu "penolong yang selalu setia" by melitha sidabutar

  Penyanyi:   Melitha Sidabutar . Pencipta:   Ronald Pangemanan . Tahun Rilis:  2020 (Video Musik Resmi dirilis pada  23 Desember 2020 ). Penerbit/Label:   Impact Music Indonesia . Kesaksian Iman di Tengah Duka:  Lagu ini lahir sebagai bentuk  kesaksian Melitha  mengenai kebaikan Tuhan di tengah masa-masa tersulit dalam hidupnya. Melitha mengungkapkan bahwa meskipun ia kehilangan orang terdekat, ia tetap percaya bahwa Tuhan adalah penolong yang tidak pernah meninggalkannya. Penerimaan Kehendak Tuhan:  Melalui lagu ini, Melitha ingin menyampaikan bahwa  pengharapan sejati  hanya ada pada Tuhan, bukan pada manusia. Ia belajar bahwa situasi buruk tidak mengubah fakta bahwa Tuhan itu baik. Pesan Penguatan:  Liriknya menggambarkan perjalanan iman yang tidak mudah namun penuh dengan  penyertaan Tuhan  yang nyata. Lagu ini dimaksudkan untuk menguatkan pendengar yang mungkin sedang mengalami pergumulan serupa untuk tetap...

resensi lagu "Doa untuk kamu" By Uki Diqie Sulaiman (Aviwkila).

Judul:Doa untuk kamu Penyanyi; Uki Diqie Sulaiman (Aviwkila). Pencipta: Uki Diqie Sulaiman (Aviwkila). Penerbit:  Avivkila music comvany Tahun rilis (Remake): 2020 Durasi lagu : 14menit 14 detik  Latar belakang lagu; Lagu " Doa Untuk Kamu " dari Aviwkila dibuat khusus untuk menyemangati orang-orang yang sedang berjuang mencari nafkah atau bekerja keras di luar rumah. Inti ceritanya sangat sederhana: Diciptakan saat Pandemi:  Lagu ini muncul di tahun 2020 untuk menghibur mereka yang tidak bisa diam di rumah karena harus bekerja demi keluarga.   Aviwkila Music Company   merilisnya sebagai bentuk dukungan moral. Sebuah Doa:  Isinya adalah harapan tulus agar Tuhan selalu menjaga langkah orang tersebut dan memastikan mereka pulang ke rumah dengan selamat. Rasa Terima Kasih:  Lagu ini menjadi cara untuk berterima kasih kepada para "pejuang hidup" yang seringkali merasa lelah dan butuh penguatan. Singkatnya, lagu ini adalah  ungkapan kasih sayang da...

KULIT TIPIS MENTAL BAJA

  Dunia berada di dalam sebuah kotak kaca. Empat puluh hari lamanya, aku tidak mengenal sentuhan kulit ibu atau hangatnya pelukan ayah. Sebagai bayi prematur yang lahir dengan kondisi kulit yang sangat tipis, saya memiliki resolusi dari kerentanan. Dokter dan perawat bergerak dengan sangat hati-hati di sekitarku, seolah-olah embusan napas yang terlalu kuat pun bisa melukaiku. Namun, saat aku akhirnya diizinkan pulang, rumah yang menantiku bukanlah rumah yang utuh. Ayah dan ibuku harus pergi merantau jauh demi menyambung hidup, sebuah keputusan pahit yang memaksaku tumbuh besar tanpa kehadiran mereka di sisiku.   Aku diserahkan ke tangan Nenek, seorang misionaris yang teguh dan disiplin, yang tinggal di sebuah pastori Gereja GBKP di bawah Yayasan Sekolah Masehi. Masa kecilku tidak berwarna hijau seperti lapangan bola atau biru seperti langit tempat layang-layang terbang; masa kecilku berwarna putih seperti dinding rumah sakit. Hingga kelas 3 SD, agenda wajib bulanku adalah bert...